
Elsubha.com – Nafa`is dan Asrar : Seputar Perkara Akhirat
Roh seseorang akan bersama dengan arwah yang lain. Gambaran “sembelihan,” dengan kambing besar itu adalah untuk kalangan jin bukan malaikat. Kematian meskipun digambarkan dengan cara disembelih, maka rohnya akan tetap ada, hanya saja roh tersebut tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kematian lantaran roh berpisah dengan jasad.
Mengenai hadits yang disebutkan, “bahwa hewan-hewan buas pun akan dikumpulkan untuk dimintai peradilan diantara mereka,” redaksi ini bertujuan untuk menyadarkan orang yang berakal dan memperingatkan mereka untuk tidak berbuat zhalim ataupun menimbulkan permusuhan. Juga agar manusia berakhlak dengan kasih sayang. Jika tidak, maka orang yang belum mukallaf tidaklah berdosa. Hewan buas akan diangkat dan dikumpulkan bersama orang-orang mukallaf lainnya yang sebagai bentuk seramnya kondisi orang yang memperlakukan hewan buas dengan kalbu yang keras (menyiksanya). Apabila ia telah menyaksikan itu, maka rasa takutnya pun semakin memuncak, sehingga iapun akan dimintai pertanggung jawaban akan perkara yang dilarang syari’at, begitu juga orang yang baik akan melihat amalannya dengan penuh kesenangan untuk membuktikan bahwa Allah Swt akan merahmatinya dengan perbuatan yang telah ia lakukan.
Sungguh di dalam Surga ada beragam hal yang diinginkan oleh jiwa dan enak dipandang oleh mata. Diantara perkara yang enak dilihat adalah beragam hewan yang disukai oleh jiwa dan enak dipandang. Adanya hal itu di surga tentu bukanlah perkara yang mustahil, begitu juga perkara yang tidak disukai, tidak mustahil untuk ada di Neraka sebagai siksaan bagi orang yang melakukan perkara tersebut.
Di dalam Surga pun ada hewan-hewan duniawi, sebagaimana juga di Neraka. Hal ini pun telah dipastikan adanya kucing kecil yang ditahan oleh Humaira. Perkara ini pun memberikan faedah, bahwa di Surga pun tidak ada debu yang membuat ragam ruh hewan buas menjadi partikelnya. Hal itu pun telah dipastikan dengan adanya perubahan bumi yang selain bumi, dimana tidak ada tempat kecuali Surga dan juga Neraka, maka debu di surga tidak ada, sehingga tidak diragukan lagi bahwa hewan-hewan buas setelah dikumpulkan di padang Mahsyar mereka akan beralih ke Surga dan sebagian lagi ke Neraka.
Keberadaan hewan di Neraka, maka keberadaan mereka tak lain adalah untuk mengadzab orang-orang yang berbuat maksiat bukan bahwa mereka dimasukkan ke dalam Neraka sebagai hukuman, sebab mereka tidak bermaksiat pada Allah karena hewan tidaklah diberikan tanggungan beban ataupun taklif. Engkaupun tahu apa yang makna yang kami giring diantara keduanya; andai aku pun menyelisihi pendapat yang lain, maka kebenaran adalah sesuatu yang patut diikuti. Allah Swt senantiasa berkata benar dan Dialah yang memberikan petunjuk jalan.
