
Elsubha.com – Penjelasan Tentang Orang Itu Usai Menempuh Perjalanan Panjang dan Sudah Tiba di Tujuan; Kitab ‘Anqa’ Mughrib fi Khatam al-Auliya wa Syams-ul Maghrib wa Nuktah Sirr Al-Syifa’ fi al-Qarn al-Lahiq bi Qarn al-Mushthafa
Saya berkata pada orang itu: “Wahai tuan, semoga Allah menjaga cahaya di usia tua Anda, dan melanggengkan kenikmatan pengalaman spiritual Anda. Saya ingin menceritakan kisah saya sendiri, dengan harapan kisah ini dapat membuat Anda lebih lentur dalam memahami nasihat-nasihat saya, Anda tidak banyak mengingkarinya, dan Anda mau memakluminya. Sebab persoalan yang Anda tanyakan pada saya tentang rahasia-rahasia yang pribadi sifatnya, tentang menyangsikan pancaran cahaya, dan bagaimana peranan akal pikiran, semua itu merupakan hal-hal yang tidak boleh disebarluaskan setiap waktu, tidak baik disampaikan pada sembarang orang.”
Informasi tentangnya adalah informasi yang amat rahasia. sebab tipu muslihat setan sangat menyakitkan. Jika pertanyaan-pertanyaan yang Anda tanyakan termasuk pertanyaan yang saya anggap tidak melenceng atau tidak perlu dikhawatirkan, maka jalan yang saya tempuh ini, maqam yang saya jalani sendirian saja ini – yaitu maqam yang memang khusus untuk per individu dimana lebih baik sedikit pengikut daripada banyak pengikut adalah jalan yang tidak melenceng dari bukti-bukti nyata dan fakta-fakta empiris. Jalan yang saya tempuh ini tidak boleh diterima apa adanya kecuali bukti kebenarannya dapat ditemukan dalam dunia yang kasat mata ini. Apabila hasrat atau keinginan kuat saya sama sekali tidak bersangkut paut dengan fenomena-fenomena alam realitas, atau kata-kata saya tidak berhubungan sama sekali dengan bukti-bukti nyata, maka Allah SWT adalah satu-satunya tempat bagi saya untuk memasrahkan diri ini, saya pasrahkan urusan ini kepada-Nya. Terserah Allah bagaimana mau menilai saya. Sebab dalam konteks ini saya tidak menemukan cara lain. Sebab bagaimana caranya saya bisa membicarakan pengalaman pribadi saya yang tidak ditemukan padanannya dalam dunia empiris ini?!
