
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hadits Nabi Saw,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga diliputi dengan perkara yang dibenci, dan neraka diliputi dengan perkara yang disukai.”
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Ketahuilah, bahwa lantaran kemurnian anugerah, kemurahan dan kedermawanan-Nya Allah Swt, Dia akan ampuni dosa-dosa yang banyak; dosa yang tidak bisa diampuni dengan melakukan perbuatan kebajikan yang banyak. Allah akan ampuni dosa-dosa tersebut dengan memberikan kesulitan, kesengsaraan dan musibah. Hingga di Hari Kiamat kelak seorang hamba akan berharap sekiranya ia tidak memiliki sedikit waktu yang terbebas dari kesulitan, karena ketika Allah Swt memperlihatkan amalan seorang hamba dalam catatan amalnya, kemudian ia membaca catatan dosa-dosanya, dan saat ia mendapati kesulitan yang membuatnya terasa sakit, Allah Swt berkata kepadanya, “Karena kesulitan ini, Kami ampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan. Kemudian karena itu pula, Kami memberimu demikian dan demikian.”
Lalu seorang hamba itu melanjutkan membaca dosa-dosanya dalam catatan amalnya, saat ia membaca kesulitan-kesulitan di dalamnya, Allah Swt berkata kepadanya, “Kami telah ampuni dosa-dosamu yang lalu, dan karena itu Kami memberimu pahala demikian dan demikian.” Sampai akhir catatannya. Hingga ia berharap sekiranya tidak ada sedikit waktu pun yang terbebas dari kesulitan.
Demikianlah maksud hadits Rasulullah Saw,
عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُوْنَ إِلَى الْجَنَّةِ بِالسَّلَاسِلِ
“Tuhanmu heran kepada kaum yang digiring ke surga dengan menggunakan rantai. “; Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan (di dunia).”
Hadits ini sesuai dengan hadits Nabi Saw, “Surga diliputi…..” dan seterusnya.-Selesai.-
