
Elsubha.com – Seputar Ragam Isyarat Kewalian dan Suluk
- Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra berbentuk sya’ir dibawah ini:
تَطَهَّرْ بِمَاءِ الْغَيْبِ إِنْ كُنْتَ ذَا سِرِّ # وَإِلَّا تَيَمَّمُ بِالصَّعِيْدِ وَبِالصَّخَرِ
وَقَدَّمْ إِمَامًا كُنْتَ أَنْتَ أَمَامَهُ # وَصَلِّ صَلَاةَ الْفَجْرِ فِي أَوَّلِ العَصْرِ
فَهَذِى صَلَاةُ الْعَارِفِينَ بِرَبِّهِمْ # فَإِنْ كُنْتَ مِنْهُمْ فَانْضَحِ الْبَرِ بِالْبَحْرِ
Bersucilah dengan air ghaib andai engkau memiliki rahasia # jika tidak maka bertayammumlah dengan debu atau bersuci dengan bebatuan.
Dahulukanlah imam, meski engkau berada dihadapannya # dan sholat fajarlah pada awal waktu ashar
Maka inilah sholatnya orang yang ‘Arifbillah # maka jika engkau bagian dari mereka maka percikilah daratan dengan lautan. - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ra tentang maksud An-Nafs, Ar-Ruh, Al Qalb dan As-Sirr, apakah semua ini merupakan nama untuk satu maksud ataukah setiap salah satunya memiliki istilah tersendiri? Jika kita katakan bahwa itu semua untuk satu nama yang dimaksud lantas apa manfaat dari kosa kata yang banyak itu, akan tetapi jika kita katakan bahwa setiap salah satunya memiliki makna tersendiri, maka yang dituju dari kata-kata tersebut adalah ruh yang dapat merasakan nikmat dan adzab yang pedih, maka jelaskanlah untuk kami hal tersebut dengan jawaban yang jelas. – Wassalam.-
- Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang beberapa permasalahan, diantaranya terkait dengan maksud hadits,
عُلَمَاءُ أُمَّتِي كَأَنْبِيَاءِ بَنِي إِسْرَائِيلَ
“Ulamanya umatku seperti para nabinya Bani Israil.”; juga tentang maksud pernyataan Abul Abbas Al Mursi, “Jika saja Rasulullah Saw terhijab dariku sekejap saja, maka aku tidak akan anggap diriku dari kalangan orang-orang muslim.”; juga tentang maksud perkataan, “Kami telah selami lautan sementara para nabi hanya berada di tepian saja.” - Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang pernyataan Imam Akbar wal Quthb Al Asyhar; Abu Hamid Al Ghazali,
لَيْسَ فِي الْإِمْكَانِ أَبْدَعَ مِمَّا كَانَ
“Pada kemungkinan yang dapat terjadi; tidak ada perkara yang lebih indah dari apa yang sudah terjadi.” - Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tenang makna perkataan,
مَعْرِفَةُ الْوَلِيِّ أَصْعَبَ مِنْ مَعْرِفَةِ اللَّهِ
“Mengetahui wali itu lebih sulit daripada ma’rifatullah.” - Aku bertanya pada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra: Wahai penghulu kami, tempo hari ada permasalahan yang sulit bagi kami, maka kami ingin dari Allah kemudian dari sisi keutamaan antum agar berkenan menjelaskan untuk kami ragam ilmu yang nampak pada Sayyidi Syaikh Ra; apa yang dimaksud dengan ragam cahaya yang nampak pada orang yang baru menapaki thariqah? Apakah ini merupakan cahaya azaliyah yang ada pada seorang mukmin yang disingkapkan baginya lantaran sebab dia bertobat ataukah cahaya ini tidak akan nampak kecuali iman benar-benar telah ada dalam kalbu, apa yang menyendat cahaya mata batin untuk dapat menyaksikan karunia Allah (bahasa kiasan)?
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna dari dua bait yang terkenal dari perkataan orang yang Arifbillah:
عَيْنَانِ عَيْنَانِ لَمْ يَكْتُبْهُمَا قَلَمٌ # فِي كُلِّ عَيْنٍ مِنَ الْعَيْنَيْنِ نُوْنَانِ
نُوْنَانِ نُوْنَانِ لَمْ يَكْتُبْهُمَا فَلَمْ # فِي كُلِّ نُوْنٍ مِنَ النُّوْنَيْنِ عَيْنَانِ
“Dua Dzat, dua Dzat yang belum dituliskan oleh qalam # pada setiap Dzat ada dua Nûn (Anâniyyah)
Dua Nûn, dua Nûn yang belum dituliskan oleh qalam # pada setiap Nûn ada dua Dzat.” - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra perihal jin; apakah mereka kelak akan masuk ke dalam surga dan merasakan nikmat seperti halnya manusia?
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat Tasawuf
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat kewalian
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ilmu
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat wali
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perkataan mereka bahwa lingkaran dakwah seorang wali Allah Swt itu lebih luas daripada lingkaran dakwah seorang nabi
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat orang yang ‘Arifbillah
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang menyaksikan makhluk; maksudnya malaikat dan jin
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna firman Allah Swt (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30),
وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ - Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat Quthbaniyyah
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat Dairah Al Fithrah Al Qudsiyyah (Lingkaran Dzat Allah Nan Suci)
- Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra juga ditanya perkataan para sufi; “Saat ini apa saja yang terus berkelanjutan?”
- Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang hakekat nubû’ah
- Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat Rabb
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat murâqabah dan musyahadah
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang lingkaran ma’rifat orang yang ‘Arifbillah
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ma’rifat pada Allah
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang pernyataan sufi, “Seorang faqir adalah anak dari zamannya”
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perkataan sufi, “Mana yang paling utama antara orang miskin nan penyabar dengan orang kaya yang pandai bersyukur?”
- Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat dzikir
- Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna dahr
- Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya: “Apakah Nabi Saw terlahir melalui tempat yang biasa? Atau dari bawah perut (bawah pusar)?”
- Ada yang bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara Ahlussunnah terkait dengan Haudh (telaga) Nabi Saw
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat kasyaf yang shahih
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud perkataan Syaikh Al Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi:
“Barangsiapa yang bertauhid, maka dia menyimpang.” - Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany pernah ditanya tentang mahabbah (cinta) yang ada diantara manusia di dunia; apakah ia mengikuti apa yang telah terjadi, berupa pertemuan dan perpisahan, saling menerima dan bertolak belakang bagi ruh-ruh ketika Allah Swt menciptakannya atau tidak?
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang jumlah nafas manusia
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang mukalamah (kalam Ilahi) yang disebut-sebut oleh ahli sufi, dan apa pengertian mukalamah itu? Apa perbedaan antara mendengarnya para nabi terhadap kalam Allah Swt dengan selain mereka?
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara : ulům, asrâr, futûhât, mawahib, fuyûdhât, haqâ iq, daqâ `iq, tajalliyât, musyahadât, mukasyafât, ma’arif, hadharât, maqamât, manâzil, anwâr, wâridât dan ahwâl
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud bacaan tasbih, yaitu: “Subhanallahi mil`al mîzân wa muntahal ilmi, wa mablaghr-ridha wa zinatal ‘arsyi.”
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang orang yang ihtilam (mimpi basah atau keluar mani) dalam perjalanan dan dia tidak bisa mandi karena alasan tertentu. Bolehkah dia berdzikir dengan semua wiridan yang dimilikinya atau tidak?
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang pernyataan Syaikh Al Jazuli Ra terkait dengan Hizb Al Falah tentang redaksi, “Keutamaan apa yang berhak dimiliki beliau?”
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat zuhud
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna ‘Afiyah dan hakekatnya
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ‘ujub
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna Asma Allah, Al Adl (Maha Adil)
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat makar (tipu muslihat)
- Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang hakekat Dzat dan sifat yang diyakini oleh para ahli hakekat dari kalangan Ahlullah
- Ada yang bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, dia berkata: “Wajib untuk tidak bertemu dengan orang yang tidak bisa lagi diharapkan kasih sayang dan kelembutannya, walaupun dia memintamu untuk bertemu. Karena manfaat pertemuan adalah untuk menentramkan hati. Sedangkan orang yang menampakkan kasih sayang dan engkau mampu menahan emosi, maka engkau wajib menemui nya.”
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang maksud dua bait syair berikut ini:
أَيَا سِرِّى يَا جَهْرِي وَبَعْضِي وَجُمْلَتِي # وَيَا كُلَّ أَجْزَائِي وَمَكْنُوْنَ خُفْيَتِي
وَيَا عَيْنَ بَهْجَتِي وَأَنْوَارَ مَهَجَّتِي # وَبَرْدَ فُؤَادِي امْنُنْ عَلَيَّ بِرُؤْيَتِي - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang makna beberapa bait syair berikut ini:
حَقِيقَةٌ ظَهَرَتْ فِي الْكَوْنِ قُدْرَتُهَا # فَأَظْهَرَتْ هَذِهِ الْأَكْوَانَ وَالْحُجُبَا
تَنَكَّرَتْ بِعُيُونِ الْعَالَمِينَ كَمَا # تَعَرَّفَتْ بِقُلُوْبِ الْعُرَّفِ الْأَدَبَا
الْخَلْقُ كُلُّهُمْ أَسْتَارُ طَلْعَتِهَا# وَجُمْلَةُ الْأَمْرِ قَدْ صَارُوْا لَهَا نُقْبَا
مَا فِي التَّسَتَّرِ فِي الْأَكْوَانِ مِنْ عَجَبٍ # بَلْ كَوْنُهَا عَيْنَهَا فَمَا تَرَى عَجَبًا - Akupun bertanya kepada kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang keunggulan seorang sahabat nabi yang tidak futûh daripada seorang wali quthub yang bukan sahabat Nabi Saw
