You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembahasan 16. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna firman Allah Swt (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30),
وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna firman Allah Swt,

وَاِ ذْ قَا لَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَا عِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَا لُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ قَا لَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
wa iz qoola robbuka lil-malaaa-ikati innii jaa’ilung fil-ardhi kholiifah, qooluuu a taj’alu fiihaa may yufsidu fiihaa wa yasfikud-dimaaa, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu lak, qoola inniii a’lamu maa laa ta’lamuun

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:

Maknanya bahwa Allah menjadikan khalifah sebagai penggantinya di kerajaan-Nya, dimana Allah selaku Tuhan, maka khalifah tadi berstatus khalifah bagi ragam hukum yang ada di kerajaan-Nya. Al Jili pernah berkata yang semakna dengan ini:

وَأَمْرِي بِأَمْرِ اللَّهِ إِنْ قُلْتُ كُنْ يَكُنْ # وَكُلُّ بِأَمْرِ اللَّهِ فَاحْكُمْ بِقُدْرَتِي

“Perkaraku ditangan Allah, andai kukatakan, ‘jadilah’, maka terjadi # seluruh perkara ada di tangan Allah, maka tentukanlah hukum dengan kemampuanku.”

Juga seperti perkataan Syaikh Zarruq Ra, juga seperti perkataan wali Allah lainnya, “Wahai angin, redalah terhadap mereka dengan izinku.” Makna perkataan itu adalah bahwa dia adalah khalifah yang Allah Swt utus pada kerajaan-Nya secara tafwidh, yaitu dia berbuat semaunya dalam kerajaan Allah, Allah Swt berikan dia kekuatan kalimat, “Kun (jadilah),” ketika dia mengatakannya, maka akan terjadi saat itu pula. Tindakan ini muncul dari gambaran ilahiyyah, yang kerap dibahasakan dengan khilafah ‘uzhma, sehingga tidak ada lagi yang mengingkarinya di alam ini.

‘Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Akulah yang menggemuruhkan guntur, membuat kilatan petir dan yang menggerakkan serta pengatur alam semesta.” Yang dimaksud dengan perkataan ini bahwa dia adalah khalifahnya Allah Swt pada semua kerajaan-Nya.

Selesai sudah apa yang di-imla’kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.

Penyataan yang memperkuat perkataan Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib Ra, yaitu perkataan pembesar wali Allah yang mengatakan, “Sungguh aku telah melihat langit dan bumi yang tujuh lapis dan ‘Arasy di tengah diriku. Akupun juga melihat diatas ‘Arasy ada tujuh puluh tirai penghalang, di setiap tirai penghalang sejauh tujuh puluh ribu tahun. Jarak antara satu tirai penghalang dengan tirai lainnya sejauh tujuh puluh ribu tahun. Seluruhnya dipadati oleh malaikat-malaikat Allah yang mulia. Aku juga melihat alam raga diatas tujuh puluhan tirai penghalang.”

Seluruh ciptaan diatas tidak pernah terdetik dalam pikiran dan tubuh mereka kecuali atas izin wali quthb.

Martabat ini Allah Swt berikan padanya lantaran dia adalah khalifah Allah. Sedangkan terkait apa yang Allah berikan pada khalifah dimana dia berstatus Quthb Al Aqthab beserta ragam sifat yang sudah dijelaskan sebelumnya, yang terkait dengan ragam perkara yang Allah Swt khususkan dia dari para pembesar wali Allah lainnya, dia adalah pimpinan wali afrâd yaitu apa yang dijawab oleh Sayyidil wujud wa ‘Alamisy-Syuhûd Saw ketika ditanya tentang Mafâtih Al Kunüz dan Quthb Al Aqthab, mana yang paling tinggi martabatnya disisi Allah?

Maka Nabi Saw bersabda, “Wali Quthb Al Aqthab lebih tinggi daripada mereka dalam beragam maqâmat dantingkatannya, Allah Swt warisi ia dengan tajalli yang sempurna yang mencakup seluruh tajalli, Allah Swt wariskan ia dengan isim a’zham dengan semua cakupan-nya, Allah pun warisi ia dengan madad dari Nabi Saw tanpa ada perantara, Allah pun warisi ia dengan madad pada tangannya bagi semua wali Allah, diapun bisa menggerakkan benda mati, menggerakkan setiap yang hidup, dia bisa memerintahkan segala sesuatu, dia bisa meminta diagungkan dari segala sesuatu. Dengan kata lain maknanya sama dengan paparan sebelumnya, inilah kunci yang dia warisi dari Nabi Saw, dialah khalifahnya Nabi Saw pada perkara itu. Selesai sudah jawaban Nabi Saw untuk Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-

Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah berkata mengenai sifat-sifat seorang wali quthb: Terkadang dia terlihat alim seperti orang bodoh, bego seperti cerdas, mengambil dan meninggalkan, menghindari dunia dan ingin dunia, mudah dan sulit, ringan dan sulit. Wassalam Selesai sudah apa yang di-imla’kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.-

Sumber : BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 2 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY