
Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat orang yang ‘Arifbillah
Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Perlu diketahui seorang yang ‘Arifbillah seharusnya senantiasa memiliki kondisi terjaga dan keridhaan yang sempurna pada dua perkara: Pertama, terkait futûh, kucuran ilahiyyah, ragam sisi tajalli, ragam hekekat dan asrar yang tidak sanggup diketahui oleh akal pikiran apalagi diucapkan, maka orang yang ‘Arifbillah seharusnya mengetahui ragam perbuatan, adab dan ragam bentuk penerimaan jiwa mengenai setiap pembahasan diatas dengan segala batasannya yang ujungnya menuntut ke ranah ‘ubudiyyah (penghambaan pada Allah Swt).
Kedua, keterjagaan dan pengawasan dirinya terhadap ragam kondisi manusia yang berbolak-balik; baik kebaikan, keburukan atau yang lainnya, sehingga dari kondisi ini ia mengetahui setiap permasalahan dan setiap perkara yang terjadi; sisi tajalli Allah apa yang nampak padanya, berasal dari hadhrah mana perputaran ini? Apa yang diinginkan dari ini?, sehingga dia mampu memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia sesuai dengan waktu; sesuai dengan ragam perbuatan, adab dan sisi penerimaan manusia yang menjadi tuntutan sisi ubudiyyah Allah, sehingga dengan ini tidak ada perkara nyeleneh yang terjadi pada setiap pejaman mata dan masa. Inilah yang kerap dibahasakan dengan murâqabah pada maqam orang yang Arifbillah. Murâqabah ini disyaratkan dengan mengedepankan sisi musyahadah dan ma’rifat yang sempuma, sehingga tidak ada lagi yang terjadi kecuali musyahadah dan ma’rifat ini. Sebab, kondisi ruh ketika menelaah hadhrah jamal Allah nan suci menuntut kebingungan terhadap alam semesta lantaran ruhnya yang sedang sibuk dengan sisi jamal-Nya Allah.
Inilah cara muraqabah para pembesar orang yang ‘Arifbillah dan inilah tataran ke-khalifahan kubra, sehingga sosoknya seharusnya menjadi khalifah Allah bagi makhluknya lantaran martabat sisi ubudiyyah-nya yang sempurna. Apabila kondisi ini senantiasa ada pada diri orang yang ‘Arifbillah tadi, maka beragam hakekat Allah pada setiap martabat akan tersingkap padanya, inilah yang kerap dibahasakan dengan istilah wali quthb dan terkadang bukan wali quthb. -Selesai-
Kemudian Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra melanjutkan perkataan beliau: Orang yang yakin dengan Allah Al Haqq adalah sosok yang melihat Allah Swt pada setiap perkara yang telah ditetapkan tanpa penetapan. Orang yang yakin dengan Allah Al Haq dan manusia, dia akan melihat bahwa setiap atom di alam ini memiliki sisi kemutlakan dan sisi keterkaitan.
-Selesai sudah apa yang di-imla kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-
