
Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud hadits Nabi Saw,
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا
“Allah tidak akan menerima apapun darinya.”
Sayyidi. Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab:
Ketahuilah, maksudnya adalah, Allah Swt tidak akan menerima apapun dari semua amalnya. Orang Arab biasa menggunakan dua istilah ini (sharf dan ‘ad). Mereka mengatakan, Lâ aqbalu minka, lâ sharfan wa la ‘adlan (Aku tidak akan menerima apapun darimu). Maksudnya, mengganti dinar dengan dirham.
Sedangkan Al ‘Adl adalah pertimbangan saat mereka hendak tidak menerima apapun dari seseorang.
Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-
Ada yang bertanya kepada Imam Asy-Syadzili Ra:
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Allah Swt berfirman,
مَنْ خَرَجَ لِي عَنْ كُلِّ شَيْءٍ بِهِجْرَانِهِ لِكُلِّ شَيْءٍ، تَحَلَّيْتُ لَهُ فِي كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى يَرَانِي كَأَنِّي كُلُّ شَيْءٍ
“Barangsiapa yang keluar dari setiap sesuatu karena Aku, dengan meninggalkan setiap sesuatu, maka Aku bertajalli kepadanya dalam setiap sesuatu, hingga ia melihat-Ku seakan Aku adalah setiap sesuatu.”
Imam Asy-Syadzili Ra berkata kepada sang penanya, “Ini adalah thariqahnya orang awam, bukan thariqahnya orang khawas. Thariqahnya orang khawas adalah seakan Allah berfirman dalam hadits itu, ‘Barangsiapa yang menghadap-Ku atas setiap sesuatu, dengan kehendak-Ku yang baik dalam setiap sesuatu, maka Aku akan memutusnya dari setiap sesuatu, hingga ia melihat-Ku lebih dekat kepadanya dari setiap sesuatu’. Yang pertama adalah gambaran penyaksian orang-orang yang ‘Arifin pada Allah, dan yang kedua adalah gambaran penyaksian wali afrad.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk bagian dari mereka dengan anugerah dan kedermawanan-Nya. Aamiin. -Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-
Kemudian Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra berkata: Tobatnya orang khawas adalah kembali pada Allah dari setiap sesuatu, dengan berlepas diri dari seluruhnya selain Dia. Tobat ini berdasarkan hadits Qudsi, Allah Swt berfirman,
هَاجِرُوا إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Berhijrahlah kalian kepada-Ku dari dunia dan seisinya.”
Juga berdasarkan ayat yang berbunyi,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَفِرُّوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ اِنِّيْ لَـكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
fa firruuu ilalloh, innii lakum min-hu naziirum mubiin
“Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 50)
وَلَا تَجْعَلُوْا مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۗ اِنِّيْ لَـكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
wa laa taj’aluu ma’allohi ilaahan aakhor, innii lakum min-hu naziirum mubiin
“Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.”
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 51)
Menurut orang-orang yang ‘Arifbillah, setiap sesuatu yang menyibukkan diri dari Allah, walaupun hanya sesaat dalam setahun, maka ia adalah tuhan selain Allah. Maka, mereka (arifin) tidak pernah melupakan Allah walau hanya sekejap mata. Ini adalah tobatnya orang-orang yang Arifbillah. Wassalaam.- -Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan oleh Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-
Diantara perkara yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra pada kami adalah, beliau berkata:
Disebutkan dalam sebuah hadits,
إِنَّ مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الأَخْلَاصِ مِائَةَ مَرَّةٍ، أَعْتَقَهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ، وَبَعَثَ مُنَادِيًا فِي القِيَامَةِ: مَنْ كَانَ لَهُ دَيْنٌ عَلَى فُلَانٍ فَلْيَأْتِنِي أُؤَدِّيْهِ عَنْهُ
“Sesungguhnya orang yang membaca surah Al Ikhlas seratus ribu kali, maka Allah akan membebaskannya dari neraka. Kemudian mengutus sang penyeru yang akan berseru di Hari Kiamat: Siapa yang memiliki sangkutan piutang kepada si fulan, datanglah kepada-Ku, Aku akan melunasinya.”
Hendaknya seseorang membaca surah Al Ikhlas sesuai dengan kemampuannya setiap hari, hingga sempurna (seratus ribu kali). Cara membacanya disertai dengan pembacaan basmalah dalam setiap bacaan, menghadap kiblat dan tidak berbicara saat dzikir. Dalam surah Al Ikhlas terdapat bilangan; tiga puluh tiga ribu jalan, tiga ratus jalan, tiga puluh tiga jalan, dan tiga jalan. Di dalamnya juga terdapat sepuluh ribu istana di surga. Selesai sudah apa yang di-imla ‘kan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra kepada kami.-
