
Elsubha.com – Makhluk Tidak Menerima Wujud Di Zaman Azali
Apabila karakter makhluk adalah, bahwa wujud keberadaan dirinya tidak berasal dari dzatnya, akan tetapi keberadaan wujudnya adalah pemberian yang diberikan kepadanya dari Al Mun’im (Yang Maha Memberi Nikmat). Maka sesuai dengan keberadaan Al Mun’im yang memberikan wujud kepadanya, maka sebelumnya dia (makhluk) tidak memiliki wujud dan kemudian Dia memberikannya.
Setiap sesuatu yang tidak wujud (tidak ada keberadaan dirinya), kemudian dia diberi wujud, berarti sebelumnya dia ‘adam (tidak ada). Hal itu terjadi sesuai dengan tingkatannya yang tidak bisa menerima wujud (keberadaan diri) pada zaman azali, sehingga seseorang tidak boleh bertanya, kenapa Al Mukhtar tidak mewujudkannya pada zaman azali?
Sesungguhnya Dzat yang membuat wujud eksistensi dirinya ada, itu membuatnya ada berdasarkan keadaan diri dan juga dalam tingkatannya, yaitu dia tidak menerima wujud pada zaman azali, Dia mewujudkannya sesuai dengan pilihan-Nya dari hal yang jaiz baginya.
Ada sekelompok orang yang membuat perumpamaan keberadaan penyakit dengan orang yang terkena penyakit dalam semesta ini, mereka mengumpamakannya dengan keberadaan gerakan jemari dengan keberadaan cincin di jemari tersebut, namun mereka lupa bahwa Al Fa’il Swt adalah yang lebih dahulu daripada keduanya, baik penyakit ataupun orang yang terkena penyakit.
Jadi, Al Haq Swt adalah Dzat Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Berbuat lagi Maha Memilih, Dia Maha Suci dari semua batasan, baik itu batasan yang biasa ada pada makhluk ataupun batasan yang tidak biasa ada. Bahkan, Dialah yang menciptakan berbagai macam kebiasaan, Dialah yang membuat kebiasaan Dzat-Nya bertentangan dengan kebiasaan yang biasa ada pada makhluk atau Dia menggerakkan sesuatu dengan teratur sesuai kehendak-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَا رُ ۗ مَا كَا نَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
wa robbuka yakhluqu maa yasyaaa-u wa yakhtaar, maa kaana lahumul-khiyaroh, sub-haanallohi wa ta’aalaa ‘ammaa yusyrikuun
“Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 68)
Dia-lah Dzat Al Mutafarrid (yang sendiri) di zaman azali dan hal ini tidak pantas untuk selain-Nya, sehingga tidak ada seorang pun yang menemani-Nya di zaman azali. Dia-lah Yang Maha Esa lagi Maha Tunggal.
