You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Pembatasan Bilangan Dzikir

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم

Elsubha.com – Pembatasan Bilangan Dzikir

Ada sekelompok orang yang menganggap bahwa setiap batasan jumlah dzikiran yang tidak bersumber dari Nabi Muhammad Saw adalah perkara bid’ah. Ini merupakan pendapat rusak yang tidak berdiri diatas kaidah ilmiah, Nabi Muhammad Saw bersabda,

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.

“Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amalan yang dikerjakan secara kontinyu walaupun sedikit.” (HR. Asy-Syaikhani dalam Ash-Shahih.)

Sabda Nabi Saw lainnya,

عَلَيْكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُوْنَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُ حَتَّى تَمْلُوْا

“Hendaklah kalian mengerjakan amal perbuatan sesuai kemampuan kalian, sebab Allah tidak akan jemu sampai kalian jemu.” (HR. Muslim; Al Baihaqi dalam As-Sunan Al Kubra.)

Hadits ini merupakan legalitas yang jelas dari syari’at, bahwa hendaknya setiap orang menetapkan amalan ketaatan untuk dirinya, terserah dirinya, selagi itu tidak memberatkan dirinya, ketika ia mengkontinyukan amalan tersebut, inilah amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt sesuai dengan nash Nabi Muhammad Saw. Maka jika ada orang yang menyatakan bahwa pembatasan amalan adalah perkara bid’ah, maka sesungguhnya dialah pembuat bid’ah, sebab dia menentang Rasulullah Saw, dimana Rasulullah Saw bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ

“Amalan yang paling dicintai Allah,” sementara dia menilai ini sebagai perkara yang haram atau juga makruh, sedangkan kami, kami hanya mengikuti sabda Nabi Muhammad Saw.

Ada orang yang tidak memiliki pemahaman syari’at dengan benar memperbolehkan membuat-buat ragam do’a dan shalawat. Mereka ini sebenarnya malah menyalahkan perkara yang benar. Sebenarnya yang Nabi Saw akui dari perbuatan sahabat nabi adalah apa yang bersumber dari ilhamnya Allah Swt yang Dia berikan kepada mereka.

Disebutkan dalam Ash-Shahih bahwa Nabi Muhammad Saw pernah mendengar seorang yang memuji Allah Swt dengan pujian yang banyak dan indah (Al Hadits). Nabi Saw melihat malaikat mengerumuninya dan melihat siapa diantara mereka yang menuliskan pahala kebaikan tersebut lebih dahulu, sebagaimana Rasulullah Saw juga pernah mengakui do’a ‘Abdullah bin Rawahah yang menyatakan, “Demi Allah, jika bukan karena Allah maka kita tidak akan mendapatkan hidayah, kita pun tidak dapat bersedekah dan tidak pula shalat, Allah pulalah yang menurunkan ketenangan kepada kita.” Yang perlu dicatat adalah bahwa pengakuan Nabi Muhammad Saw ini merupakan syari’at Allah Swt yang berlaku sampai hari Kiamat.

Sumber : BUKU SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ MENJAWAB, ANTARA TUDUHAN DAN FAKTA (RADD AKADZIB AL MUFTARRIN; ULAMA TAZKIYAT AN-NAFS MIN A’LAM AN-NAS BIL KITAB WAS-SUNNAH) SYAIKH MUHAMMAD AL HAFIZ AT-TIJANY AL MISHRI