You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Arsip Kategori 4.0.8. JAWAHIR AL MA’ANI

Pembahasan 38. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang orang yang ihtilam (mimpi basah atau keluar mani) dalam perjalanan dan dia tidak bisa mandi karena alasan tertentu. Bolehkah dia berdzikir dengan semua wiridan yang dimilikinya atau tidak?

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang orang yang ihtilam (mimpi basah atau keluar mani) dalam perjalanan dan dia tidak bisa mandi karena alasan tertentu. Bolehkah dia berdzikir dengan semua wiridan yang dimilikinya atau tidak? Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Hendaknya dia bertayammum kemudian ber dzikir dengan semua wiridannya, seperti hizib As-Saifi dan yang lainnya, kecuali Al Fatihah…

Baca selengkapnya

Pembahasan 37. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud bacaan tasbih, yaitu: “Subhanallahi mil`al mîzân wa muntahal ilmi, wa mablaghr-ridha wa zinatal ‘arsyi.”

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud bacaan tasbih, yaitu: “Subhanallahi mil`al mîzân wa muntahal ilmi, wa mablaghr-ridha wa zinatal ‘arsyi.” Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Maksudnya adalah aku bertasbih kepada Allah dengan tasbih yang memenuhi timbangan amal, baik berupa ragam kebaikan atau cahaya atau tasbih. Redaksi, “Wa muntahal ‘ilmi” maksudnya adalah: Aku bertasbih kepada…

Baca selengkapnya

Pembahasan 36. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara : ulům, asrâr, futûhât, mawahib, fuyûdhât, haqâ iq, daqâ `iq, tajalliyât, musyahadât, mukasyafât, ma’arif, hadharât, maqamât, manâzil, anwâr, wâridât dan ahwâl

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara ulûm, asrâr, futûhât, mawahib, fuyûdhât, haqâ `iq, daqâ `iq, tajalliyât, musyahadât, mukasyafât, ma’arif, hadharât, maqamât, manâzil, anwâr, wâridât dan ahwâl. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Ketahuilah, penjelasan dari semua perkara ini adalah futuh, dan hakekat futûh ialah perkara ghaib yang tampak karena hilangnya hijab setelah sebelumnya ter-hijab….

Baca selengkapnya

Pembahasan 35. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang mukalamah (kalam Ilahi) yang disebut-sebut oleh ahli sufi, dan apa pengertian mukalamah itu? Apa perbedaan antara mendengarnya para nabi terhadap kalam Allah Swt dengan selain mereka?

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang mukalamah (kalam Ilahi) yang disebut-sebut oleh ahli sufi, dan apa pengertian mukalamah itu? Apa perbedaan antara mendengarnya para nabi terhadap kalam Allah Swt dengan selain mereka? Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Ketahuilah bahwa pengertian mukalamah ahli sufi adalah, apabila Allah Swt menyayangi seorang hamba dari hamba-hamba-Nya dengan mendengar kalam-Nya,…

Baca selengkapnya

Pembahasan 34. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang jumlah nafas manusia

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang jumlah nafas manusia; Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab dengan mengatakan: Jumlah nafas manusia sebanyak 24.000, separuhnya masuk dan separuhnya keluar. Sedangkan jumlah (khowâtir) detikan jiwa sebanyak 70.000, setiap harinya akan berdetak di kalbu secara pasti, tidak ada satu detak pun yang tertinggal, karena kalbu itu seperti BaitulMa’mur, setiap harinya…

Baca selengkapnya

Pembahasan 33. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany pernah ditanya tentang mahabbah (cinta) yang ada diantara manusia di dunia; apakah ia mengikuti apa yang telah terjadi, berupa pertemuan dan perpisahan, saling menerima dan bertolak belakang bagi ruh-ruh ketika Allah Swt menciptakannya atau tidak?

Elsubha.com – Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany pernah ditanya tentang mahabbah (cinta) yang ada diantara manusia di dunia; apakah ia mengikuti apa yang telah terjadi, berupa pertemuan dan perpisahan, saling menerima dan bertolak belakang bagi ruh-ruh ketika Allah Swt menciptakannya atau tidak? Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Disebutkan dalam hadits yang telah diketahui bersama: الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُحَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا اخْتَلَفَ…

Baca selengkapnya

Pembahasan 32. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud perkataan Syaikh Al Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi:
“Barangsiapa yang bertauhid, maka dia menyimpang.”

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksudperkataan Syaikh Al Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi: “Barangsiapa yang bertauhid, maka dia menyimpang.” Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab dengan mengatakan: Yang dimaksud menyimpang adalah keluar dari jalan besar yang lurus, karena seorang ‘Arifbillah jika bertauhid dengan tauhidnya orang awam, maka dia menyimpang, dan orang awam bila bertauhid dengan tauhidnya…

Baca selengkapnya

Pembahasan 31. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat kasyaf yang shahih

Elsubha.com – Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra dengan redaksi sebagai berikut: Sayyidi, semoga Allah senantiasa mengekalkan keluhuran dan kemuliaanmu, mohon jelaskan kepada kami hakekat kasyaf yang shahih. Apabila ia menyelisihi nash yang sharih, apa yang harus diutamakan? Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Ketahuilah, bahwa nash yang sharih dan kasyaf yang shahih dari pemiliknya tidak akan berselisih, baik…

Baca selengkapnya

Pembahasan 30. Ada yang bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara Ahlussunnah terkait dengan Haudh (telaga) Nabi Saw

Elsubha.com – Ada yang bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra dengan redaksi sebagai berikut: Kepada panutan kami yang alim dan menjadi penerang bagi umat manusia, (kami berharap) jawaban kalian tentang perbedaan pendapat antara Ahlussunnah terkait dengan haudh (telaga) Nabi Saw, apakah ia berada sebelum shirath (titian) atau setelahnya? Karena sebagian dari mereka ada yang berpendapat, ia berada sebelum shirath. Dalilnya adalah hadits,…

Baca selengkapnya

Pembahasan 29. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya: “Apakah Nabi Saw terlahir melalui tempat yang biasa? Atau dari bawah perut (bawah pusar)?”

Elsubha.com – Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya: “Apakah Nabi Saw terlahir melalui tempat yang biasa? Atau dari bawah perut (bawah pusar)?” Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Ketahuilah, saya melihat sebagian ulama yang menjadi panutan menukil dari Kitab Asy-Syifa karya Ibnu Sab’, dia berkata: “Nabi Saw keluar dari bawah pusar, tidak keluar dari tempat melahirkan. Demikian pula dengan seluruh…

Baca selengkapnya