You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU

Arsip Kategori 4.0.8. JAWAHIR AL MA’ANI

Pembahasan 28. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna dahr

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna dahr, Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Hakekat makna dahr adalah keberlangsungan wujud Allah Al Haq tanpa awal dan akhir. Hal ini sering dibahasakan dengan sifat baga. Inilah yang dimaksud makna redaksi bacaan As-Saifi; “Dâiman minad-Dahri ilad-Dahri bi Alwân at-Tasbih,” [selamanya dari masa ke masa dengan berbagai macam tasbih.]…

Baca selengkapnya

Pembahasan 27. Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat dzikir

Elsubha.com – Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat dzikir Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Hakekat dzikir pada martabat yang paling rendahnya adalah lupa pada selain Allah Swt, sedangkan martabat yang pling tingginya adalah martabat ishtiläm yang paling tinggi, dimana martabat ishtilâm paling tinggi adalah jiwanya menyaksikan bahwa dialah inti Dzat Allah tersebut, inilah yang kerap…

Baca selengkapnya

Pembahasan 26. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perkataan sufi, “Mana yang paling utama antara orang miskin nan penyabar dengan orang kaya yang pandai bersyukur?”

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perkataan sufi, “Mana yang paling utama antara orang miskin nan penyabar dengan orang kaya yang pandai bersyukur?” Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Terkait dengan mana yang diutamakan antara orang miskin yang bersabar dengan orang kaya yang pandai bersyukur, perbedaan pendapat mengenai ini sudah masyhur dikalangan ulama. Aku katakan: Letak…

Baca selengkapnya

Pembahasan 25. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang pernyataan sufi, “Seorang faqir adalah anak dari zamannya”

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang pernyataan sufi, “Seorang faqir adalah anak dari zamannya” Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Maknanya adalah apa yang dia lihat merupakan perkara wajib pada waktunya, dia menelusuri jalan tersebut dan meninggalkan apa yang tidak dia butuhkan. Seorang murid senantiasa melihat apa yang memiliki maslahat bagi dirinya, andai ia meninggalkan ini,…

Baca selengkapnya

Pembahasan 24. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ma’rifat pada Allah

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ma’rifat pada Allah Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Ma’rifat yang hakiki adalah Allah menarik hamba-Nya dengan tarikan yang tidak diketahui asal muasalnya, tidak pula diketahui pasal dan sebabnya, tidak pula bisa dinalar tentang bagaimananya, tidak pula menyisakan rasa pada panca indera, pada penyaksian dirinya, pada keterhapusan dirinya, pada…

Baca selengkapnya

Pembahasan 23. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang lingkaran ma’rifat orang yang ‘Arifbillah

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang lingkaran ma’rifat orang yang ‘Arifbillah Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Orang yang ‘Arifbillah jika ia diangkat ke posisi al qurb maka lingkaran kema’rifatan dirinya akan meluas. Allah memiliki sifat mendengar, melihat, kalam, qudrah dan irâdah, setiap sifat ini dapat menyelimuti makhluk pada satu saat, perkara ini pun tidak akan…

Baca selengkapnya

Pembahasan 22. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat murâqabah dan musyahadah

Elsubha.com – Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat murâqabah dan musyahadah Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Hakekat murâqabah pada haknya ahlul hijab adalah perkara yang mutlak bagi orang yang ‘Arifbillah, Murâqabah adalah ilmu kalbu yang dapat melihat Rabb setiap saat, jika kondisi ini berlangsung secara konsisten maka akan berbuah musyahadah. Disisi lain ada juga muraqabah lainnya…

Baca selengkapnya

Pembahasan 21. Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat Rabb

Elsubha.com – Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat Rabb Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Ketahuilah bahwa hakekat Rabb adalah Dzat yang paling tinggi dari selain-Nya, darisitulah dinamakan Ar-Rabwatu rabwatan lantaran ketinggian-Nya. Maknanya adalah bahwa sungguh Dia adalah Raja dan bisa bertindak, sang Pencipta lagi bisa memaksa, yang hukum, kehendak dan kalimat-Nya dapat terlaksana pada selain…

Baca selengkapnya

Pembahasan 20. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang hakekat nubû’ah

Elsubha.com – Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang hakekat nubû’ah Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Hakekat nubu’ah mencakup tiga perkara yang merupakan syarat dari nubu’ah itu sendiri, maka jika kurang satu saja maka bukanlah nubü’ah. Pertama, sempurnanya ma’rifat kepada Allah dari sisi bathiniyah nan terlihat, menguasai semua sifat dan nama-nama Allah dengan mengejawantahkan apa yang telah ditetapkan dari…

Baca selengkapnya

Pembahasan 19. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra juga ditanya perkataan para sufi; “Saat ini apa saja yang terus berkelanjutan?”

Elsubha.com – Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra juga ditanya perkataan para sufi; “Saat ini apa saja yang terus berkelanjutan?” Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra menjawab: Menurut orang yang ‘Arifbillah, yang tetap terus berkelanjutan saat ini adalah konsistensi keberlangsungan hadhrah ilahiyyah, darisinilah adanya tahapan isim zaman (yang menunjukkan waktu), maka Dzat Allah Swt pada sisi qadim adalah qadim dan pada sisi makhluk…

Baca selengkapnya