Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Penisbatan Tasawuf dari Ilmu lain Penisbatan ilmu tasawuf dari ilmu lainnya bersifat menyeluruh bahkan menjadi syarat dalam penisbatan tersebut, sebab tidak ada ilmu dan tidak ada pula amalan kecuali haruslah disertai dengan kejujuran jiwa dalam ber-tawajjuh kepada Allah Swt, dimana ikhlas merupakan syarat dalam semua amal perbuatan. Hal ini jika kita tinjau dari sisi kebenaran syari’at; yaitu pada sisi imbalan…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Keutamaan Tasawuf Diatas telah kita bahas bahwa pembahasan tasawuf adalah berkenaan dengan dzat Allah yang luhur dan ini pembahasan yang paling mutlak, maka ilmu yang berkaitan dengan hal itu merupakan ilmu yang paling utama secara mutlak, sebab di awal ia menunjukkan makna takut kepada Allah, dipertengahannya menunjuk-kan bagaimana ber-mu’amalah terhadap Allah dan pada akhirnya menunjukkan bagaimana ber-ma’rifat dan memutuskan diri…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Gambaran Permasalahan Tasawuf Permasalahan tasawuf berkenaan dengan bagaimana mengetahui ragam istilah dan kalimat yang biasa diperbincangkan oleh para sufi, seperti ikhlas, shidq, zuhud, tawakkal, wara’, ridha, taslim, mahabbah, fana dan baga. Juga seperti makna dzat, shifat, qudrah, hikmah, ruhaniyyah, basyariyyah. Juga seperti halnya mengetahui hakekat ahwal, wârid, maqam dan lain sebagainya. Sumber : BUKU FAIDHAH TIJANI (KASYIFUL ILBAS ‘AN FAIDHATI…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Hukum Tasawuf Mengenai hukum tasawuf; Imam al Ghazali Ra mengatakan bahwa hukumya adalah fardhu ‘ain, sebab tiap orang tidak ada yang selamat dari aib diri atau juga penyakit (diri), kecuali para Nabi As. Imam asy-Syadzili Ra mengatakan, “Barangsiapa yang tidak menyelami ilmu kami ini, ia bisa mati dalam kondisi terus-menerus melakukan dosa besar, sementara dirinya tidak menyadari.” Sumber : BUKU…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Sumber Pengambilan Tasawuf Ilmu tasawuf diambil dari Al Qur’an, As-Sunnah, ilham orang-orang shaleh dan ragam futuh-nya orang-orang yang ‘arifbillah. Para ulama pun memasukkan kajian fikih ke dalam pengambilan ajaran tasawuf ini lantaran kebutuhan. Imam al Ghazali Ra menuliskan pembahasan tasawuf dalam 4 kitab. Kitab (pembahasan) al ‘Ibâdât (Ibadah), kitab al ‘Adât (adat istiadat), kitab al Muhlikât (ragam perkara yang mampu…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Penamaan Tasawuf Namanya adalah ilmu tasawuf. Para ulama berbeda pendapat mengenai pengambilan asal kata tasawuf itu sendiri. Dalam İqâzhul Himam disebutkan: Semuanya kembali pada 5 asal: Pertama, dari kata, “ash-Shuffah,” sebab dia senantiasa bersama Allah Swt, seperti kain wol terbuang yang tidak punya daya. Kedua, dari kata “Shaufuhu; al qafa lilayyiniha (bagian dalam kain wol yang lembut),” sebab seorang sufi…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Pengasas Tasawuf Pengasasnya adalah Nabi Saw; Allah Swt mengajarkan kepada Nabi Saw melalui perantara wahyu dan ilham. Malaikat Jibril turun pertama kali dengan membawa syari’at. Ketika syari’at sudah mengakar, lalu Jibril turun dengan membawa hakekat. Maka Nabi Saw mengkhususkan sebagian sahabat dengan ini. Sosok yang pertama kali berbicara mengenai tasawauf dan menampakkan sisi tasawuf ini adalah Sayyina Ali Kw lalu…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf : Pembahasan Tasawuf Pembahasan tasawuf adalah Dzat Allah yang luhur, sebab ilmu tasawuf mempelajari hal tersebut ditinjau dari aspek ma’rifat mengenai Allah Swt; baik dengan dalil, kesaksian dan penyaksian kasat mata. Mengenal Allah dengan dalil itu bagi pemula. Mengenal Allah dengan kesaksian dan penyaksian itu bagi orang-orang yang sudah wushul pada Allah Swt. Sebagian ulama mengatakan: Pembahasan tasawuf itu terkait dengan…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Hakekat Tasawuf Tasawuf memiliki definisi batasan, pembahasan, pengasas, nama, sumber pengambilan ilmu, hukum, ragam permasalahan, keutamaan, penisbatan dan faedah mempelajarinya. Ash-Shawi mengatakan, “Bagi setiap orang yang ingin masuk ke dalam seni ini, seyogyanya mengetahui sepuluh pengetahuan mendasar tersebut. Sebagian ulama menyenandungkannya dalam bait berikut: الْحَدُّ وَالْمَوْضُوعُ ثُمَّ الْوَاضِعُ # وَالإِسْمُ الإِسْتِمْدَادُ حُكْمُ الشَّارِعُ تَصَوُّرُ الْمَسَائِلِ الْفَضِيْلَةِ # وَنِسْبَةُ فَائِدَةٍ حَلِيْلَةٍ حُقَّ عَلَى طَالِبٍ…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Pendahuluan : Tarbiyah Thariqah Dalam Qawa’id at-Tashawwuf, Sayyidi Zarruq mengatakan: Guru kami Abul ‘Abbas al Hadhrami pernah berkata, “Makna tarbiyah kini telah terangkat, yang tersisa hanyalah proses istifadah (pengambilan manfaat) dengan himmah dan hal. Maka hendaknya kalian ittiba’ pada Al Qur’an dan As-Sunnah tanpa menambah-nambah dan menguranginya.” Pernyataan ini tidaklah bisa dipahami oleh orang yang tidak memiliki dzauq, tidak memiliki ilmu dan tidak…
Baca selengkapnya