Elsubha.com – Wirid Lazimah 1. Membaca istighfar, yaitu hanya dengan shighat أَسْتَغْفِرُ اللّٰه sebanyak 100 kali. 2. Membaca shalawat kepada Rasulullah Saw 100 kali dengan lafazh apa saja. Tetapi menggunakan shalawat fatih lebih utama. Jika seseorang telah mengawalinya dengan suatu bacaan shalawat, maka dia tidak boleh melengkapi bacaannya itu dengan lafazh shalawat yang lainnya. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Wiridan Thariqah Tijaniyyah Wiridan yang lazim dibaca dalam thariqah Tijaniyyah ada tiga: Wiridan (pagi dan petang), wazhifah dan hailalah. A. Wiridan Lazimah 1. Membaca istighfar, yaitu hanya dengan shighat أَسْتَغْفِرُ اللّٰه sebanyak 100 kali. 2. Membaca shalawat kepada Rasulullah Saw 100 kali dengan lafazh apa saja. Tetapi menggunakan shalawat fatih lebih utama. Jika seseorang telah mengawalinya dengan suatu bacaan shalawat, maka dia tidak…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Adab Dalam Berdzikir 1. Ketika berdzikir disunahkan untuk duduk seperti duduknya orang shalat, atau bersila. 2. Badan, pakaian dan juga tempat saat berdzikir harus suci. Jika tidak, maka bacaan wiridannya batal. 3. Jika hendak membaca wazhifah, maka dia harus berada di tempat yang suci dan mampu menampung minimal enam orang. 4. Hendaknya menaruh kedua tangan di atas paha dan tidak dia memejamkan mata…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Legalitas Tarbiyah Dalam Thariqah Tijaniyyah Terkait dengan pemberian izin, tidak ada seorang pun yang menyeru Allah Swt kecuali dia memegang izin tertentu, bahkan sampai para nabi sekalipun, hal ini seperti yang tertera dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : وَّدَا عِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِ ذْنِهٖ وَسِرَا جًا مُّنِيْرًاwa daa’iyan ilallohi bi-iznihii wa siroojam muniiroo “dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya…
Baca selengkapnya
Elsubha.com –Adab Dalam Talqin.Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗ يَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِ نَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًاinnallaziina yubaayi’uunaka innamaa yubaayi’uunalloh, yadullohi fauqo aidiihim, fa man nakasa fa innamaa yangkusu ‘alaa nafsih, wa man aufaa bimaa ‘aahada ‘alaihulloha fa sayu-tiihi ajron ‘azhiimaa “Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Adab Murid Tijany Kepada Sesama Ikhwan 1. Yang paling penting adalah, engkau duduk bersama mereka dengan penuh kecintaan pada mereka dan dengan kecintaan Allah Swt. Hendaknya mencintai mereka dan mengerahkan semua harta yang dimiliki kepada mereka, melebihi kecintaan terhadap diri sendiri. Sebagian orang shaleh pernah berkata, “Apabila saudara se-thariqah meminta harta kepadamu,” lantas engkau berkata, “Berapa yang engkau inginkan?” Maka dirinya ini tidak…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Adab Murid Tijany Terkait Dirinya. 1. Sikap dominan yang harus ada pada dirimu adalah sedikit berbicara dengan penuh rasa malu kepada Allah Swt, maka jangan engkau berbuat maksiat kepada Allah Swt kecuali pada tempat yang Dia tidak melihatnya. Jika engkau meminta kekuatan kepada selain-Nya, maka engkau telah berbuat maksiat kepada-Nya. 2. Jangan sampai urusan rezeki menyibukkanmu dari beribadah untuk Rabb-mu. 3. Amalklanlah ilmu…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Adab Murid Tijany Terhadap Syaikh. Perlu diketahui, bahwa maqâm dakwah yang menyeru kepada Allah Swt terletak pada maqâm nubuwwah, dimana warisan yang dihasilkan dari maqam dakwah ini juga disebut sebagai seorang nabi pada masa kenabian, atau dapat juga disebut dengan seorang syaikh, seorang pewaris ataupun seorang ustadz pada kalangan ulama Allah, sekalipun mereka bukanlah seorang nabi. Seorang pemeluk thariqah pernah berkata, “Orang yang…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Adab Murid Tijany A. Adab Murid Tijany Terhadap Syaikh.Perlu diketahui, bahwa maqâm dakwah yang menyeru kepada Allah Swt terletak pada maqâm nubuwwah, dimana warisan yang dihasilkan dari maqam dakwah ini juga disebut sebagai seorang nabi pada masa kenabian, atau dapat juga disebut dengan seorang syaikh, seorang pewaris ataupun seorang ustadz pada kalangan ulama Allah, sekalipun mereka bukanlah seorang nabi. Seorang pemeluk thariqah pernah…
Baca selengkapnya
Elsubha.com – Persyaratan Thariqah Tijaniyyah Persyaratan Thariqah Al Ahmadiyyah Al Muhammadiyyah At-Tijaniyyah, terkumpul dalam lima syarat, yaitu: Syarat pertama: Memegang thariqah ini sepanjang hidup. Tidak boleh mencampurkan thariqah lain dengan thariqah ini, begitu pula wiridannya; wiridan thariqah lain tidak boleh dicampurkan dengan wiridan thariqah ini. Hal tersebut sesuai dengan kaidah, bahwa orang yang menyendiri dengan suatu perkara, niscaya dia akan lebih menekuni perkara tersebut. Thariqah…
Baca selengkapnya