
Elsubha.com – Pembahasan Seputar Hadits Nabi Saw dan Ilmu Pilihan Khusus Untuk Rasulullah Saw
- Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud hadits qudsi yang dikabarkan dari Allah Swt. Allah Swt berfirman,
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam suatu kelompok, maka Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik darinya. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kapadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku mendatanginya dengan berlari.” - Aku bertanya kepada beliau Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang sabda Nabi Saw dalam hadits qudsi. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنتُهُ
“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Bila Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi bagian darinya.”
Dalam riwayat lain disebutkan,
كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِمَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ
“Aku menjadi pendengarannya yang digunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang digunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang digunakan untuk memegang, dan menjadi kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya. Jika ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Aku tidak pernah ragu dalam melakukan apapun yang akan Aku lakukan seperti keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa orang beriman yang takut mati. Aku tidak ingin menyusahkannya.” - Aku bertanya kepada Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang maksud sabda Nabi Saw,
يَنْزِلُ رَبُّنَا كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam……” - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hadits Nabi Saw,
تَنَامُ عَيْنِي وَلَا يَنَامُ قَلْبِي
“Mataku tidur, namun hatiku tidak tidur.” - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang sabda Rasulullah Saw,
حِجَابُهُ النُّورُ لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبْحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ بَصَرُهُ مِنْ خَلْقِهِ
“Hijab-Nya adalah cahaya. Jikalau Dia menyingkapkannya, maka kesucian wajah-Nya akan membakar apa yang dijangkau oleh penglihatan-Nya dari makhluk-Nya.” - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang sabda Rasulullah Saw,
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمُ ثَلَاثَ
“Ada tiga hal yang membuatku mencintai dunia kalian.” - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat mimpi yang disebutkan dalam sebuah hadits, yaitu sabda Nabi Saw,
الرُّؤْيَةُ الصَّالِحَةُ….
“Mimpi yang baik…….” - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud hadits Nabi Saw,
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا
“Allah tidak akan menerima apapun darinya.” - Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra juga ditanya tentang hadits Nabi Saw yang berbunyi,
أَلَا وَإِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ …
“Ketahuilah, bahwa masa ini telah berputar sebagaimana mestinya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi.” - Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang hadits Nabi Saw,
كَانَ جِبْرِيلُ يُدَارِسُنِي الْقُرْآنَّ فِي كُلِّ رَمَضَانَ مَرَّةً
“Jibril mengajarkan Al Qur’an kepadaku setiap bulan Ramadhan sekali.” Apa yang dimaksud dengan “mengajarkan” dalam hadits ini? - Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hadits Nabi Saw,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga diliputi dengan perkara yang dibenci, dan neraka diliputi dengan perkara yang disukai.”
