Deskripsi
KATA PENGANTAR PENERBIT
Alhamdulillahi haqqa hamdih, wash-shalâtu was-Salamu ‘ala Muhammadin afdhala khalqih wa ‘alâ ‘Alihi wa shahbih wa man-ittaba’a hudâhu.
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin al Fâtih al Khâtim wa ‘ala alihi haqqa qadrih.
Penerbit menyambut dengan baik terjemahan Kâsyif al Ilbas ‘an Faidhati al Khatmi Abil Abbâs, yang memuat ulasan mengenai Tasawuf, tarbiyah thariqah dan faidhah At-Tijaniyyah. Kami menerbitkannya dengan judul buku Faidhah Tijani.
Penerbit berharap buku ini bisa menambah khazanah literatur thariqah at-Tijaniyyah di Indonesia, khususnya bagi ikhwan maupun akhwat yang belum bisa memahami naskah Arab. Penerbit juga berharap bisa menerbitkan berbagai karya maupun terjemahan literatur thariqah at-Tijaniyyah, sehingga beragam kajian dan sisi kelimuan Syaikh Ibrahim Niass bisa tersampaikan kepada para ikhwan dan juga akhwat thariqah at-Tijaniyyah.
Akhirnya, tiada gading yang tak retak, itulah pepatah yang mungkin bisa mewakili kami dalam upaya kami menyederhanakan dan merepronya kembali agar mudah dipahami, kamipun sadar masih banyak yang harus kami benahi lagi dalam penerbitan buku ini, baik itu dari sisi editing maupun layout. Selanjutnya kami akan terus melakukan perbaikan demi perbaikan, sehingga buku ini bisa sempurna di kemudian hari.
-Hanya kepada Allah kami berserah diri dan mengakui keterbatasan diri, serta hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan.-
KATA PENGANTAR PENERJEMAH
Alhamdulillâhil Aziz al ‘Alim Al-Ladzi Allamal Insâna wa Hadâhu Ila Shirotil Mustaqim. Allahumma shalli Ala Sayyidina Muhammadin Al Fâtihil Khâtim, wa ‘Ala Alihi Haqqa Qadrihi wa Miqdarihil ‘Azhîm. Wa Radhiyallahu ‘An Syaikhina wa Washilatina Ila Rabbina, Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, wa ‘anna bihi Âmîn, Wa Ba’du.
Puji syukur bagi Allah dengan segala limpahan anugerah yang tak terhitung jumlahnya, dengan anugerah itu pula kami mampu menyelesaikan terjemahan buku ini dengan baik.
Kali ini kami berusaha menerjemahkan buku Kâsyiful Ilbas ‘An Faidhati al Khatmi Abil Abbas yang ditulis oleh shahib al Faidhah At-Tijany, Syaikh Ibrahim Niass Ra. Buku ini mengulas seputar tasawuf, faidhah at-Tijaniyyah, tarbiyah dalam thariqah at-Tijaniyyah. Tak diragukan lagi bagi orang yang insyaf, seolah buku ini ditulis sendiri oleh sayyidi syaikh Ahmad At-Tijany Ra
Alhamdulillah, Allah memudahkan upaya kami dalam proses alih bahasa, sehingga buku ini bisa dengan cepat kami selesaikan. Harapan kami agar buku ini bisa menjadi motivator lahirnya buku atau karya lain dalam lingkungan thariqah at-Tijaniyyah.
Akhirnya, kami memohon maaf jika ada terjemahan dari buku ini yang masih banyak kekurangan, baik dari sisi kualitas terjemahan, maupun pemahaman naskah. Perbaikan demi perbaikan adalah usaha yang tepat agar buku ini bisa sempurna. Hanya sebatas inilah yang telah kami usahakan, selebihnya kami bertawakal kepada Allah Swt.
-Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man-nashir.-
Penerjemah,
Fery Rahmawan Asma, Lc, MA
Judul Terjemahan = Faidhah Tijani
Judul Kitab Asli = Kâsyiful Ilbas ‘an Faidhati al Khatmi Abil Abbâs
Jumlah Halaman = 322 halaman
DAFTAR ISI
Kata Pengantar Pentahqiq; Syaikh Hasan Ali Cisse
Biografi Syaikh Ibrahim Niass al Kulkhi
Pendahuluan dalam Kitab Kâsyiful Ilbâs ‘an Faidhati al Khatmi Abil Abbâs
Pendahuluan: Tarbiyah Thariqah
Bab. I
Pasal 1 : Hakekat Tasawuf dan Talqin Dzikir.
A. Hakekat Tasawuf
7. Gambaran Permasalahan Tasawuf
9. Penisbatan Tasawuf dari Ilmu Lain
C. Wajibnya Mencari Guru Mursyid
Pasal II: Keutamaan Dzikir Mengingat Allah
Pasal III : Keutamaan Berkumpul untuk Berdzikir dan Membaca Al Qur’an
A. Keutamaan Berkumpul untuk Berdzikir
B. Keutamaan Membaca Al Qur’an
Bab. II
Pasal I : Faidhah At-Tijaniyyah dalam Frame Al Qur’an dan As-Sunnah
A. Apa itu Faidhah at-Tijaniyyah
B. Ragam Dalil Faidhah at-Tijaniyyah
C. Sudahkah Faidhah Ini Terjadi?
Pasal II :Sandaran Ilmu Dzauq; Al Qur’an dan As-Sunnah
Pasal III: Tarbiyah dalam Thariqah at-Tijaniyyah
Bab III
Pasal I: Wanti-Wanti dengan Keingkaran Terhadap Orang yang diberi Kekhususan.
A. Memusuhi Wali Allah Mendatangkan Malapetaka
B. Mengingkari Wali Allah Harus Punya Enam Ilmu
C. Golongan Orang yang Mengingkari Wali Allah
Pasal II : Wajibnya Mencari Syaikh Murabbi
A. Kewajiban Mancari Guru Mursyid
B. Adab Syaikh kepada Murid dan Sebaliknya
Pasal III : Mimpinya Wali Allah dan Pandangan Ulama
B. Ragam Dalil Seputar Melihat Allah
Penutup: Sandaran Keilmuan dan Asrar dalam Thariqah at-Tijaniyyah
Posisi sayyidi syaikh Ahmad at-Tijany Ra sebagai wali khatam dan katam menjadikan beliau sebagai poros madad para wali Allah. Bahkan bagi para pengamal thariqah ini, kerap disebut dengan faidhah. Terkait hal ini, beliau pernah berkata, “Faidhah akan terus berkucuran bagi para sahabatku sampai banyak orang masuk thariqah ini dengan berbondong-bondong. Faidhah ini terus mengalir kala manusia dalam himpitan dan kesulitan.”
Faidhah inilah yang menggerakkan pengamal thariqah at-Tijaniyyah untuk senantiasa berada dalam bimbingan syaikh mursyid yang mampu me-wushul-kannya kepada hadhrah Allah Swt Buku yang ada ditangan anda ini menggali ragam perkara penting dalam thariqah at-Tijaniyyah, mulai dari ulasan mengenai tasawuf dan thariqah, tarbiyah thariqah, faidhah at-Tijaniyyah, wanti-wanti mengingkari wali Allah, bahkan hingga bahasan melihat Allah Swt.
Motto
Abu Sulaiman ad-Darani pernah berkata, “Qalbunya seorang Sufi itu telah melihat Allah ‘Azza wa Jalla. Segala sesuatu yang senantiasa melihat Allah tidak akan mati. Setiap kalimat yang terlontar dari lisan seorang Sufi itu kekal adanya, sama seperti qalbunya Sufi yang kekal dan tidak mati karena terkoneksi dengan Allah, mengharap ridha-Nya, memetik bunganya, tersinari dan terang dengan cahaya kecintaan pada-Nya.”




Rahmat Hasjim –
Pembelian ke 3x ,untuk buku yang bermanfaat terimakash