You dont have javascript enabled! Please enable it!
Elsubha menjamin Garansi 100% Uang Kembali jika barang yang diterima adalah PALSU
Stock Terbatas Kualitas Terjamin

BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 3 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY

Dilihat 135x • Terjual 1

Rp190.000

-
+

Untuk pemesanan, silahkan klik tombol di bawah ini:

SMS: 081312340489

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via SMS di 081312340489 pada perangkat handphone Anda.

×
Telp: 081312340489

Cara Membeli

Silahkan menghubungi kami via Phone di +6281312340489 pada perangkat handphone Anda.

×
@elsubha

Deskripsi

KATA PENGANTAR PENERBIT

Begitu banyak anugerah yang telah kita peroleh setiap detiknya, itu semua lantaran Allah Swt sayang pada ciptaan-Nya, dengan ber-tajalli pada isim-Nya; Al Mun’im lah Dia senantiasa mengucurkan anugerah tersebut; maka kita selaku hamba-Nya patutlah mensyukuri itu semua, agar kita tergolong ‘Abdan Syakuran (Hamba yang pandai bersyukur).

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada sosok yang memberikan syafa’at uzhma, baginda Nabi Muhammad Saw, semoga kita digolongkan menjadi umat beliau yang senantiasa ber-tafaqquh fid-din, meneruskan dakwah beliau.

Penerbit menyambut dengan baik terjemahan bagian dari kitab dasar Thariqah At-Tijaniyyah; Jawahir Al Ma’ani, yang dicetak pada tahun 1326 H, mengenai pemahaman sufistik Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra terkait makna hadits dan ragam kajian terkait dengan sisi kewalian serta beberapa pandangan hukum fikih, yang kami terbitkan dengan judul “Sayyidi Syaikh Ra Menjawab (Kajian Seputar Hadits, Suluk dan Fikih)” Penerbit mengganti judul buku terjemahan tersebut dengan menyimpulkan keseluruhan isinya, yang fokus pada tanya jawab.

Penerbit berharap buku ini bisa menambah khazanah literatur Thariqah At-Tijaniyyah di Indonesia, khususnya bagi ikhwan maupun akhwat yang belum bisa memahami naskah Arab. Penerbit juga berharap bisa menerbitkan berbagai karya maupun terjemahan literatur Thariqah At-Tijaniyyah, sehingga beragam kajian dan sisi kelimuan Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra bisa tersampaikan kepada para ikhwan dan juga akhwat Thariqah At-Tijaniyyah.

Akhirnya, kamipun sadar masih banyak yang harus kami benahi lagi dalam penerbitan buku ini, baik itu dari sisi editing, layout, maupun kualitas terjemahan. Insya Allah dalam terbitan selanjutnya kami akan terus melakukan perbaikan demi perbaikan, sehingga buku ini bisa sempurna dikemudian hari. Hanya kepada Allah kami berserah diri dan mengakui keterbatasan diri, serta hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan-Nya.

KATA PENGANTAR PENERJEMAH

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmu ash-shâlihât, wash-shâlâtu wassalāmu ‘ala khairil makhluqât, sayyidina Muhammadin khoirul ahlil ardhi wassamawât, wa ‘alâ âlihi wa shahbih, awwâilu man nâlû asy-syafa’ât. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin al fatihi, al khâtim, wa ‘ala âlihi haqqa qadrihi wa miqdarihil azhîm. Wa radhiyallahu ‘an syaikhina wa washilatina ila rabbina, Sayyidi Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, wa ‘anna bihi Âmîn, Wa Ba’du.

Puji syukur bagi Allah dengan mensyukuri segala limpahan anugerah yang tak terhitung jumlahnya, yang dengan anugerah itu pula kami mampu menyelesaikan terjemahan buku ini dengan baik.

Kali ini kami berusaha menyuguhkan bagian dari buku dasar dalam Thariqah At-Tijaniyyah; Jawahir Al Ma’ani. Titik central yang kami garap kali ini terkait tanya jawab antara sahabat Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany dengan beliau Ra. Buku ini diharapkan dapat menguak sisi keilmiahan Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dalam menjawab ragam pertanyaan dari tinjauan sufistik dan hakikat.

Dalam proses alih bahasa, semuanya mengalir apa adanya dengan ragam kemudahan dalam memahami perkataan Syaikh ‘Ali Harazim, beliau sendiri berusaha memaparkan bahasa Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra dengan sesederhana mungkin agar mudah dipahami pembacanya. Harapan kami agar buku ini bisa menjadi motivator lahirnya buku atau karya lain dalam lingkungan Thariqah At-Tijaniyyah.

Akhirnya, kamipun sadar bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Dzat Allah Swt, oleh karena itu, dengan keterbatasan yang ada kami menyadari bahwa terjemahan buku ini masih banyak kekurangan, baik dari sisi kualitas terjemahan, maupun pemahaman naskah. Untuk itu penerjemah pun akan terus melakukan perbaikan demi perbaikan, hingga buku ini kelak bisa sempurna. Hanya sebatas inilah yang telah kami usahakan, selebihnya kami hanya bertawakal kepada Allah Swt. Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir.-

Penerjemah,

Fery Rahmawan Asma, Lc, MA

Judul Terjemahan = Sayyidi Syaikh Ra Menjawab Jilid 3 (Kajian Seputar Hadits, Suluk dan Fikih)

Judul Kitab Asli = Jawahir Al Ma’âni

Jumlah Halaman = 307 halaman

DAFTAR ISI

Bab III: Seputar Ragam Isyarat Kewalian dan Suluk

26. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perkataan sufi, “Mana yang paling utama antara orang miskin nan penyabar dengan orang kaya yang pandai bersyukur?”

27. Akupun pernah bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat dzikir

28. Akupun bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna dahr

29. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya: “Apakah Nabi Saw terlahir melalui tempat yang biasa? Atau dari bawah perut (bawah pusar)?”

30. Ada yang bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara Ahlussunnah terkait dengan Haudh (telaga) Nabi Saw

31. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat kasyaf yang shahih

32. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud perkataan Syaikh Al Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi:

“Barangsiapa yang bertauhid, maka dia menyimpang.”

33. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany pernah ditanya tentang mahabbah (cinta) yang ada diantara manusia di dunia; apakah ia mengikuti apa yang telah terjadi, berupa pertemuan dan perpisahan, saling menerima dan bertolak belakang bagi ruh-ruh ketika Allah Swt menciptakannya atau tidak?

34. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang jumlah nafas manusia

35. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang mukalamah (kalam Ilahi) yang disebut-sebut oleh ahli sufi, dan apa pengertian mukalamah itu? Apa perbedaan antara mendengarnya para nabi terhadap kalam Allah Swt dengan selain mereka?

36. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang perbedaan antara : ulům, asrâr, futûhât, mawahib, fuyûdhât, haqâ iq, daqâ `iq, tajalliyât, musyahadât, mukasyafât, ma’arif, hadharât, maqamât, manâzil, anwâr, wâridât dan ahwâl

37. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang maksud bacaan tasbih, yaitu: “Subhanallahi mil`al mîzân wa muntahal ilmi, wa mablaghr-ridha wa zinatal ‘arsyi.”

38. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang orang yang ihtilam (mimpi basah atau keluar mani) dalam perjalanan dan dia tidak bisa mandi karena alasan tertentu. Bolehkah dia berdzikir dengan semua wiridan yang dimilikinya atau tidak?

39. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang pernyataan Syaikh Al Jazuli Ra terkait dengan Hizb Al Falah tentang redaksi, “Keutamaan apa yang berhak dimiliki beliau?”

40. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat zuhud

41. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna ‘Afiyah dan hakekatnya

42. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat ‘ujub

43. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang makna Asma Allah, Al Adl (Maha Adil)

44. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang hakekat makar (tipu muslihat)

45. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang hakekat Dzat dan sifat yang diyakini oleh para ahli hakekat dari kalangan Ahlullah

46. Ada yang bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra, dia berkata: “Wajib untuk tidak bertemu dengan orang yang tidak bisa lagi diharapkan kasih sayang dan kelembutannya, walaupun dia memintamu untuk bertemu. Karena manfaat pertemuan adalah untuk menentramkan hati. Sedangkan orang yang menampakkan kasih sayang dan engkau mampu menahan emosi, maka engkau wajib menemui nya.”

47. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang maksud dua bait syair berikut ini:

أَيَا سِرِّى يَا جَهْرِي وَبَعْضِي وَجُمْلَتِي # وَيَا كُلَّ أَجْزَائِي وَمَكْنُوْنَ خُفْيَتِي

وَيَا عَيْنَ بَهْجَتِي وَأَنْوَارَ مَهَجَّتِي # وَبَرْدَ فُؤَادِي امْنُنْ عَلَيَّ بِرُؤْيَتِي

48. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad At-Tijany Ra tentang makna beberapa bait syair berikut ini:

حَقِيقَةٌ ظَهَرَتْ فِي الْكَوْنِ قُدْرَتُهَا # فَأَظْهَرَتْ هَذِهِ الْأَكْوَانَ وَالْحُجُبَا

تَنَكَّرَتْ بِعُيُونِ الْعَالَمِينَ كَمَا # تَعَرَّفَتْ بِقُلُوْبِ الْعُرَّفِ الْأَدَبَا

الْخَلْقُ كُلُّهُمْ أَسْتَارُ طَلْعَتِهَا# وَجُمْلَةُ الْأَمْرِ قَدْ صَارُوْا لَهَا نُقْبَا

مَا فِي التَّسَتَّرِ فِي الْأَكْوَانِ مِنْ عَجَبٍ # بَلْ كَوْنُهَا عَيْنَهَا فَمَا تَرَى عَجَبًا

49. Akupun bertanya kepada kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang keunggulan seorang sahabat nabi yang tidak futûh daripada seorang wali quthub yang bukan sahabat Nabi Saw

Bab IV: Seputar Masalah Fikih dan Fatwa Ilmiah

1. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang hukum Syar’i

2. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang Permasalahan Talak

3. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang Istri dalam perlindungan Suami

4. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang Peluru mengenai hewan peliharaan orang

5. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang Orang yang menuai tanaman

6. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra ditanya tentang harta A’rabi yang berperang

7. Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra pernah ditanya tentang zakat yang diminta oleh seorang pemimpin, apakah zakat itu diberikan kepadanya atau tidak?

8. Aku bertanya kepada Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra tentang pendapat mereka yang mengatakan: Barangsiapa yang ber-ijtihad dan ijtihadnya benar, maka dia mendapatkan dua pahala, dan barangsiapa yang ber-ijtihad dan ijtihad-nya salah, maka dia mendapatkan satu pahala.

Ketika ada orang terpaut pada seorang guru, maka iapun akan menggali ragam keilmuan yang dimiliki oleh gurunya dengan banyak bertanya tentang apapun, sehingga dari sinilah dia mengetahui keluasan ilmu sang guru.

Buku yang ada ditangan anda ini, akan menghantarkan anda kepada ragam jawaban ilmiah dari sudut pandang ilmu ma’rifat dan hakikat yang dimiliki oleh Sayyidi Syaikh Ahmad bin Muhammad At-Tijany Ra.

Didalam buku ini tertuang ragam pertanyaan terkait kajian seputar hadits, suluk dan fikih dan jawaban Sayyidi Syaikh Ra yang pernah dituliskan oleh Syaikh ‘Ali Harazim.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “BUKU SAYYIDI SYAIKH RA MENJAWAB JILID 3 – KAJIAN SEPUTAR HADITS, SULUK, DAN FIKIH (JAWAHIR AL MA’ANI) SYAIKH AL HAJJ ALI HARAZIM AT-TIJANY”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *